Jumat, 30 Agustus 2013

Hijab Punuk Unta


... Hijab Punuk Unta | Sebarkan agar kaum muslimah tahu ...

Rasulullaah Shalallahi'alaihiwasalam bersabda, “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat:
[1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan
[2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

“Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta”, maknanya adalah mereka membuat kepala mereka menjadi nampak besar dengan menggunakan kain kerudung atau selempang dan lainnya yang digulung di atas kepala sehingga
mirip dengan punuk-punuk unta. 
Maksud dari hadits “kepala mereka seperti punuk onta”, adalah wanita yang menguncir atau menggulung rambutnya sehingga tampak sebuah benjolan di
bagian belakang kepala dan tampak dari balik hijabnya .

Ancaman yang sangat keras bagi setiap wanita yang keluar rumah menonjolkan rambut yang tersembunyi di balik hijabnnya dengan ancaman tidak dapat mencium bau wangi surga, padahal bau wangi surga bisa dicium dari jarak yang
sangat jauh. Itu dalam perkara menonjolkan rambut saja keras ancamannya. Jika kita lihat sekarang, cara berjilbab kebanyakan kaum muslimah masih membentuk lengan, pinggang, kaki, leher, dll. Seperti hanya melilitkan kain ditubuhnya, tidak menutupi. Berpakaian tetapi telanjang.

Ketahuilah saudariku, industri fashion yang mengklaim diri mereka sebagai trendsetter pakaian muslimah itu tidak peduli apakah engkau masuk surga atau neraka karena produk mereka. Mereka hanya peduli bagaimana engkau mengeluarkan uang untuk mereka.

Setiap manusia butuh proses. Mari berproses menjadi lebih baik. Bukan berproses justru semakin menjauhi syari'at Allah dan Rasulnya.

“Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang
siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” [QS. Al-Ahzab: 36 ]

“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu ..” [Q.S. Al Hujaraat : 15]

Sebarkan agar kaum muslimah tahu, sehingga bisa mawas diri akan hal ini.
Wallahu’alam bishshawab, ..

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...
Jika terbesit dalam pikiran sahabat berbagai alasan untuk menyangkal Hujjah ini..itu semua kembali kepada diri masing masing.. Tugas kami hanyalah menyampaikan 

adapun jika rambut ukhty panjang,mungkin solusinya bisa di kepang,atau sedikit dipendekan dan tentunya mengenakan Jilbab yang syaar'i,yg menutup dada sepenuhnya ( yang biasa orang awam sebut Jilbab Gede )

Senin, 26 Agustus 2013

Bentuk Fisik Jin

Pada dasarnya bentuk rupa Jin tidak banyak berbeda dari bentuk rupa manusia, yaitu mereka memiliki jenis kelamin, memiliki hidung mata, tangan, kaki, telinga dan sebagainya, sebagaimana yang di miliki oleh manusia. Pada dasarnya 80 hingga 90 persen Jin menyerupai manusia.

Hanya perbedaan fisik Jin adalah lebih kecil dan halus dari manusia. Bentuk tubuh mereka itu ada yang pendek, ada yang tinggi dan bermacam-macam warnanya, yaitu putih, merah, biru, hitam dan sebagainya. Jin kafir dan Jin Islam yang fasik itu memiliki rupa yang buruk dan menakutkan. Sedangkan Jin Islam yang saleh memiliki paras yang elok.



Menurut beberapa pendapat, tinggi Jin yang sebenarnya adalah sekitar tiga hasta saja. Pengetahuan mereka lebih luas dan berumur sangat panjang sampai beribu-ribu tahun umurnya. Kecepatan Jin bergerak melebihi kecepatan cahaya dalam suatu waktu. Karena Jin terdiri dari mahkluk yang seni dan tersembunyi, tidak zahir seperti manusia dan tidak sepenuhnya ghaib seperti Malaikat, maka ruang yang kecil pun bisa di duduki oleh jutaan Jin dan juga dapat merasuki dan menghuni tubuh manusia.

Jumlah Jin terlalu banyak sehingga menurut beberapa pendapat mengatakan bahwa jika jumlah semua manusia dari Nabi Adam sampai hari kiamat dikalikan dengan hewan-hewan, dikalikan dengan batu-batu, dikalikan dengan pasir-pasir dan semua tumbuh-tumbuhan. Itu pun hanya sepersepuluh dari total Jin.

Sedangkan total Jin adalah sepersepuluh dari total Malaikat. Total Malaikat hanya Allah dan Rasulnya saja yang mengetahuinya.

Alam tempat berdiamnya Jin adalah di lautan, daratan, di udara dan di Alam Mithal yaitu suatu alam yang terletak diantara alam manusia dan alam malaikat. Jika kita diberikan oleh Allah kemampuan untuk melihat Jin, sudah tentu kita akan melihat jarum yang jatuh dari atas tidak akan jatuh ke bumi, tetapi jatuh dibelakang Jin, karena sangat banyaknya jumlah mereka.

Oleh sebab itu orang tua kita selalu berpesan agar anak-anaknya segera kembali ke rumah apabila tiba waktu maghrib dan pintu serta jendela rumah harus di tutup, agar tidak dimasuki oleh setan dan Iblis.

Sebagaimana sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Rasulullah: “Bila kamu menghadapi malam atau kamu telah berada di sebagian malam maka tahanlah anak-anakmu karena sesungguhnya setan berkeliaran ketika itu dan apabila berlalu sesuatu ketika malam maka tahanlah mereka dan tutuplah pintu-pintu rumahmu serta sebutlah nama Allah, padamkan lampu-lampu mu serta sebutlah nama Allah, ikatlah minuman mu serta sebutlah nama Allah dan tutuplah sisa makanan mu serta sebutlah nama Allah (ketika menutupnya) “

Hadist di atas berarti bahwa Jin dan setan tidur di waktu siang dan menjelang petang mereka keluar untuk mencari rezeki dan makanan, baik laki-laki maupun perempuan, baik yang dewasa atau anak-anak. (islampos)

Jumat, 23 Agustus 2013

Cerita Bung Karno Yang Tak Mampu Beli Seikat Rambutan

Cerita Bung Karno Yang Tak Mampu Beli Seikat Rambutan - Siapa  yang tidak tahu Bung karno, pasti semua Rakyat Indonesia Tahu presiden pertama dan selamanya bagi Indonesia ini. seperti halnya judul diatas seorang presiden pasti mampu membeli seikat buah rambutan. Jangankan seikat, satu gerobak pun pasti mampu dibeli olehnya.

Namun, tak demikian dengan Presiden Soekarno, Presiden yang satu ini tak mampu membeli seikat rambutan karena tak memiliki uang. Tidak percaya ? kalau begitu simak cerita dibawah ini. mungkin kita sangat sedih kalo membaca cerita singkat ini, sama halnya seperti saya yang meneteskan air mata ketika membaca cerita ini.dari pada penasaran mending langsung saja lihat cerita berikut ..

Ceritanya, setelah Soeharto diangkat menjadi pejabat presiden RI pada maret 1967, kehidupan Bung Karno begitu dibatasi oleh pemerintah. Bung Karno tak boleh masuk Jakarta dan hanya boleh berada di Bogor. Saat itu Bung Karno tinggal di Paviliun Istana Bogor.

Meski telah ditetapkan sebagai tahanan politik oleh pemerintahan Soeharto , Bung Karno tak pernah menampakkan kesedihannya kepada orang lain. Bung Karno masih sering jalan-jalan keliling kota untuk melihat situasi dan kondisi rakyat. Suatu ketika, Bung Karno tengah berkeliling kota dengan menumpangi mobil VW Combi.

Tiba-tiba Bung Karno meminta ajudan perempuannya, Putu Sugiarti, untuk membeli satu ikat rambutan dari pedagang rambutan di pinggir jalan.

"Tu, beli rambutan.' Saya tanya 'Uangnya mana?' 'Sing ngelah pis,' ujarnya dalam bahasa Bali yang berarti saya tidak punya uang. Jadi pakai uang saya," demikian cerita Putu Sugiarti dalam buku 'Hari-Hari Terakhir Sukarno' Karya Peter Kasenda, terbitan Komunitas Bambu.
Putu Sugiarti lantas menuruti perintah Bung Karno . Dia tahu betul Bung Karno sangat menyukai rambutan rapiah. Dia lantas mencicipi terlebih dahulu rambutan itu di tempat pedagangnya.

"Bang antarkan ini ke bapak yang di mobil itu, yang kepalanya botak," kata Putu. Saat itu Bung Karno sudah tak lagi mengenakan peci dan kacamata.

Pedagang rambutan itu pun menuruti permintaannya. Dia langsung mengantarkan rambutan itu ke mobil. "Dia antar. Bung Karno bertanya dengan suara khasnya, 'Benar manis?," tanya Bung Karno .
Sadar pria di dalam mobil adalah Bung Karno , pedagang rambutan itu langsung histeris. Dia langsung memberitahukan kepada semua orang ada Bung Karno di dalam mobil. ' Hoi... ada Bung Karno .' Suasana pun berubah menjadi geger."dan Besoknya saya dimarahi komandan," kata Putu.

Ke depan, Bung Karno dijadikan tahanan rumah oleh pemerintahan Soeharto . Gerak geriknya selalu diawasi dan dibatasi. Bahkan keluarganya sendiri dipersulit untuk menemuinya.

Bung Karno dijauhkan dari rakyat yang dicintainya. Sang proklamator dibuat seolah-olah hidup seorang diri. Bung Karno dizalimi bangsanya sendiri. Beliau memang sosok presiden yang tak memanfaatkan jabatan untuk mengumpulkan pundi-pundi kekayaan. bahkan, hingga akhir hayatnya, rumah pun dia tak punya.

Mungkin hanya cerita ini yang bisa saya bagikan kepada sobat sobat semua kisah sedih Tentang Kehidupan Bung karno sehabis Menjabat jadi Presiden RI. Sungguh teladan yang patut ditiru dan cermin bagi para Pejabat yang saat ini gemar menumpuk kekayaan lewat korupsi. semoga kita bisa terus melajutkan mimpi - mimpi presiden kita ini dan bisa lebih menghargai Arti kemerdekaan yang telah di berikan kepada kita saat ini dengan melakukan hal hal yang positif. Amin

Sumber: Merdeka.com 

Kamis, 01 Agustus 2013

UNTUKMU WANITA YANG BERGELAR MUSLIMAH

Kecantikanmu Adalah Ujian.. Tapi Sayang sekali , kenapa banyak wanita Cantik yang Mengumbar Auratnya...?? Apa yang mereka Ingin Banggakan dari Kecantikannya..? Andai saja Mereka Menyadari bahwa Wajah Cantiknya itu Tak Abadi, Akan Menua dan Keriput... Ingatlah, kita ini akan Mati dan yang Allah Lihat bukanlah Kecantikanmu, Melainkan Hati dan Amal Perbuatanmu.. Satu Kecantikan yang di lihat dengan Penuh Syahwat, Akan Menimbulkan Satu Dosa untukmu... Apakah Kau tak pernah menyadari itu.? Dan Apakah kau Tak pernah Menghitung Dosa yang semakin Menumpuk.? Saya yakin Kau pasti tak pernah menghitungnya.. Sudah berapa banyak orang yang Memandangmu dengan Syahwatnya.? Mungkin, karena kau lebih Senang di Puja dan di Puji bak Bidadari yang Turun dari kayangan.. Apakah engkau Lupa bahwa, Kecantikan itu adalah Milik_Nya, Suatu saat nanti akan di ambil_Nya kembali, dan engkau pun akan di pertanyakan untuk apa kecantikanmu di pergunakan...? Saya akui kau memang Bidadari Dunia, Tapi kau belum tentu menjadi Bidadari Akhirat Jika Akhlaq dan Hatimu tidak Mencerminkan Kecantikanmu... ebih dari setengah Penghuni neraka adalah Kaum Hawa. Mengapa.?? Karena Mereka tak Mampu menjaga Aurat dan Lisannya... Saya Tahu, tak mudah menjadi pribadi yang Baik di hadapan Allah, Tapi setidaknya engkau mau mencoba dan berusaha merubah apa yang buruk menjadi suatu kebaikan untukmu... Saya Tahu, kau memang Lemah, Tetapi kau tak pernah menyadari bahwa kau Lebih kuat dari apapun, Seandainya di hatimu ada Secuil Keimanan dan Rasa Malu Kepada_Nya... Malu itu adalah Perhiasanmu, Dan itu yang Membuatmu Cantik, Bukan Parasmu dan Tubuhmu yang Elok Dan Pakaian Terindah Untukmu adalah Taqwa. Bukan baju yang Glamour atau Seksi dan sebagainya... Belajarlah dari Alam, Belajarlah dari Kehidupan.. Karena Tidak semuanya akan selalu Indah di pandang mata... Karena Allah mampu merubahnya Hanya dengan mengatakan : "Kun faa yaa Kun". Belajarlah Ilmu agama untuk bekal Hidupmu di Dunia dan Akhirat.. Jadilah Wanita yang Sholehah untuk Pribadi dan Keluargamu... Karena tiap Jiwa akan mempertanggung jawabkan amalannya masing-masing.. Jadilah Wanita yang Seindah Bunga Akhir Zaman, Secantik Permata Berlian, Seanggun Bidadari Syurga... InsyaAllah... Aamiin Allahumma Aamiin..!! Keep istiqomah with our niqob ya akhwaty fillah.. ^___^

Selasa, 30 Juli 2013

Cara Mudah Menghadapi Kritikan Pedas

Sang Pencipta dan Pemberi rezeki Yang Maha Mulia, acapkali mendapat cacian dan cercaan dari orang-orang pandir yang tak berakal. Maka, apalagi saya, Anda dan kita sebagai manusia yang selalu terpeleset dan salah. Dalam hidup ini, terutama jika Anda seseorang yang selalu memberi, memperbaiki, mempengaruhi dan berusaha membangun, maka Anda akan selalu menjumpai kritikan-kritikan yang pedas dan pahit. Mungkin pula, sesekali Anda akan mendapat cemoohan dan hinaan dari orang lain. Dan mereka, tidak akan pernah diam mengkritik Anda sebelum Anda masuk ke dalam liang bumi, menaiki tangga ke langit, dan berpisah dengan mereka. Adapun bila Anda masih berada di tengah-tengah mereka, maka akan selalu ada perbuatan mereka yang membuat Anda bersedih dan meneteskan air mata, atau membuat tempat tidur Anda selalu terasa gerah. Perlu diingat, orang yang duduk di atas tanah tak akan pernah jatuh, dan manusia tidak akan pernah menendang anjing yang sudah mati. Adapun mereka, marah dan kesal kepada Anda adalah karena mungkin Anda mengungguli mereka dalam hal kebaikan, keilmuan, tindak tanduk, atau harta. Jelasnya, Anda di mata mereka adalah orang berdosa yang tak terampuni sampai Anda melepaskan semua karunia dan nikmat Allah yang pada diri Anda, atau sampai Anda meninggalkan semua sifat terpuji dan nilai-nilai luhur yang selama ini Anda pegang teguh. Dan menjadi orang yang bodoh, pandir dan tolol adalah yang mereka inginkan dari diri Anda. Oleh sebab itu, waspadalah terhadap apa yang mereka katakan. Kuatkan jiwa untuk mendengar kritikan, cemoohan dan hinaan mereka. Bersikaplah laksana batu cadas; tetap kokoh berdiri meski diterpa butiran butiran salju yang menderanya setiap saat, dan ia justru semakin kokoh karenanya. Artinya, jika Anda merasa terusik dan terpengaruh oleh kritikan atau cemoohan mereka, berarti Anda telah meluluskan keinginan mereka untuk mengotori dan mencemarkan kehidupan Anda. Padahal, yang terbaik adalah menjawab atau merespon kritikan mereka dengan menunjukkan akhlak yang baik. Acuhkan saja mereka, dan jangan pernah merasa tertekan oleh setiap upadaya mereka untuk menjatuhkan Anda. Sebab, kritikan mereka yang menyakitkan itu pada hakekatnya merupakan ungkapan penghormatan untuk Anda. Yakni, semakin tinggi derajat dan posisi yang Anda duduki, maka akan semakin pedas pula kritikan itu. Betapapun, Anda akan kesulitan membungkam mulut mereka dan menahan gerakan lidah mereka. Yang Anda mampu adalah hanya mengubur dalam-dalam setiap kritikan mereka, mengabaikan solah polah mereka pada Anda, dan cukup mengomentari setiap perkataan mereka sebagaimana yang diperintahkan Allah, {Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu."} (QS. Ali 'Imran: 119) Bahkan, Anda juga dapat 'menyumpal' mulut mereka dengan potongan-potongan daging' agar diam seribu bahasa dengan cara memperbanyak keutamaan, memperbaiki akhlak, dan meluruskan setiap kesalahan Anda. Dan bila Anda ingin diterima oleh semua pihak, dicintai semua orang, dan terhindar dari cela, berarti Anda telah menginginkan sesuatu yang mustahii terjadi dan mengangankan sesuatu yang terlalu jauh untuk diwujudkan.

Jumat, 26 Juli 2013

SELAMA 17 TAHUN TINGGAL DIKUBURAN

Pernahkah Anda mendengar kisah ini? Kisah seorang pemuda yang hidup selama 17 tahun dalam kuburan? Anda mungkin mengira bahwa ia tinggal di daerah dekat kuburan. Tidak! Dia tidak tinggal di daerah dekat kuburan, tapi ia tinggal di dalam kuburan itu sendiri. Bagaimana kisahnya? Anda mungkin tidak akan mempercayai kisah ini, karena pemuda ini lahir dari keluarga berada. Ayah dan Ibunya orang yang terpandang dan memiliki kekayaan yang berlimpah. Dalam pandangan masyarakat sekitar, kedua orang tua ini adalah orang tua yang sempurna, namun orang hanya bisa menilai apa yang tampak. Orang-orang tidak tahu bahwa kedua orang tua terpandang inilah yang memasukkan anaknya ke dalam kuburan dan menjalani hidup selama 17 tahun di dalam kuburan! Setiap hari, sang anak makan, minum dan tidur di dalam kuburan, yang penuh kegelapan. Sang Anak juga hanya bisa menjalani apa yang diberikan kedua orang tuanya, tanpa perlawanan. Menjelang ulang tahun pemuda itu yang ke-17, orang tuanya berjanji akan mengabulkan apa pun permintaan si pemuda sebagai hadiah ulang tahunnya. Sang pemuda berpikir, inilah saatnya dia akan mengajukan permintaannya, ia tidak ingin lagi tinggal di kuburan, tapi apakah orang tuanya benar-benar akan mengabulkan permintaannya? Hari itu pun tiba. Sang pemuda berulang tahun yang ke-17. Kedua orang tuanya datang menghampiri dan menanyakan hadiah apa yang ia inginkan. Sang pemuda menjawab, “Ayah, Ibu… saya tidak meminta banyak, saya hanya minta satu hal..” sang ibu menjawab: “Apa, Nak? katakanlah, Ayah dan Ibu pasti akan mengabulkan permintaanmu.” Anak: “Ayah dan Ibu berjanji?” “Tentu, Nak. Ayah dan Ibu berjanji akan memenuhi permintaanmu, selama kami mampu.” Anak: “Ayah… Ibu… saya tidak ingin tinggal lagi di kuburan.” “Apa? Apa maksud permintaanmu itu, Nak?” Anak: “Ayah sudah berjanji akan mengabulkan permintaanku, dan hanya itu permohonanku, Yah.” “Iya, Nak. Ayah sudah berjanji… tapi… tapi… Ayah tidak mengerti, Nak.” Anak: “Ayah, sudah 17 tahun saya tinggal di sini, tapi tidak seharipun saya mendengar Ayah atau Ibu membaca Al-Qur'an. Sedangkan Rasulullah pernah mengatakan bahwa rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Qur'an di dalamnya adalah seperti kuburan. Saya tidak ingin tinggal lagi di kuburan, Yah..” Ayah dan Ibu sang pemuda terdiam. Anak: “Ayah dan Ibu bahkan tidak pernah mengajariku bagaimana membaca Al-Qur'an. Memang rumah ini mewah, besar dan orang-orang melihatnya sebagai istana. Tapi mereka tidak tahu, bahwa di mata Rasulullah, rumah ini seperti kuburan. Jika Ayah dan Ibu mau menepati janji mengabulkan permintaanku, tolong Yah... Aku tidak ingin lagi tinggal di kuburan. Ajarilah aku membaca Al-Qur'an, agar rumah ini bercahaya dengan cahaya Al-Qur'an..” Renungan di manakah kalian selama ini makan, minum, tidur dan menetap? di rumahkah? di kos kah? di kontrakan kah? atau kah di kuburan? karena Rasulullah mengibaratkan rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Qur'an di dalamnya, seperti kuburan... Jadi, di manakah sebenarnya kalian tinggal saat ini? Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silakan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Jika mereka tergerak hatinya untuk menghidupkan Al-Qur'an ditempat tinggalnya setelah membaca artikel yang Anda share, maka semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Taala. Aamiin Ya Rabbal Alamiin..

Kamis, 25 Juli 2013

Andai Hari Ini Aku Dimakamkan

Hari ini ku mati, Perlahan... Tubuhku ditutup tanah. Perlahan... Semua pergi meninggalkanku... Masih terdengar jelas langkah² terakhir mereka, Aku sendirian, Di tempat gelap yang tak pernah terbayang, Sendiri, Menunggu pertanyaan malaikat... Belahan hati, Belahan jiwa pun pergi. Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain. Aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka... Sanak keluarga menangis, Sangat pedih, Aku pun demikian, Tak kalah sedih... Tetapi aku tetap sendiri, Di sini, menunggu perhitungan. Menyesal sudah tak mungkin. Tobat tak lagi dianggap, Dan maaf pun tak bakal didengar, Aku benar-benar harus sendiri... Ya Allah... Jika Engkau beri aku 1 lagi kesempatan, Jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milik-MU, Untuk aku perbaiki diriku, Aku ingin memohon maaf pada mereka... Yang selama ini telah merasakan dzalimku, Yang selama ini sengsara karena aku, Tersakiti karena aku... Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yang telah kukumpulkan, Yang bahkan kumakan, Ya Allah beri lagi aku beberapa hari milik-Mu, Untuk berbakti kepada Ayah & Ibu tercinta... Teringat kata-kata kasar & keras yang menyakitkan hati mereka, Maafkan aku Ayah & Ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu, Beri juga ya Allah aku waktu untuk berkumpul dengan keluargaku, Menyenangkan saudara-saudaraku.. Untuk sungguh-sungguh beramal soleh. Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu lebih lama lagi.. Begitu menyesal diri ini. Kesenangan yang pernah kuraih dulu, Tak ada artinya sama sekali... Mengapa kusia-siakan waktu hidup yang hanya sekali itu...? Andai aku bisa putar ulang waktu itu... Aku dimakamkan hari ini, Dan ketika semua menjadi tak termaafkan, Dan ketika semua menjadi terlambat, Dan ketika aku harus sendiri... Untuk waktu yang tak terbayangkan sampai yaumul hisab & dikumpulkan di Padang Mashar...