Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 April 2013

kesedihan dan jiwaku



Untuk jiwaku, yang sekarang sedang gundah, yang sekarang sedang gelisah
Gelisah karena kau ingin segera tahu nasipmu kelak
Apakah kamu  bisa membahagiakan keluargamu kelak ?
Apakah kamu bisa membahagiakan orangtuamu kelak ?
 Sabarlah wahai jiwaku, kau diciptakan untuk menjadi orang besar
Untuk jadi penerang disekitarmu
Jiwaku yang sedang berhenti dan bingung
Jika kau memang mau, berhentilah sejenak, nikmati kesedihanmu
Rasakan kelelahanmu karena mungkin selama ini aku memaksamu begitu keras
Tapi aku minta, jangan terlalu lama
Karna aku membutuhkanmu temanku,
Aku rindu dengan diriku yang telah kau buat menjadi hebat
Aku ingin bertemu dengan jiwaku yang telah kau buat menjadi penyemangat bagi orang lain, inspirator bagi kawan
Inspirator bagi kawan dan juga mentor bagi diriku sendiri dan orang terdekatku
Selamat menikmati masa istirahatmu wahai jiwaku
Esok atau lusa atau kapan nanti
Ketika kau sudah siap menemaniku lagi
Aku akan menyambutmu dengan diri yang lebih bijak dan tangguh
Diri yang tak banyak mengeluh dan lebih mawas
Dan saat itu, kau bisa menemaniku lagi untuk berbuat suatu hal
Yang membuat orang berdetak kagum
Dan saat itu, kau dan aku bisa menunggu hasil kerja kira dan kita tuai bersama hasilnya

Selasa, 26 Februari 2013


wahai sang patriotku
kuatkan jiwamu untuk menjalani hidup
kuatkan ragamu untuk tetap mendekapku dalam peluk batinmu
tegarkan dirimu untuk tetap merawatku, menyayangiku, mengasihiku dengan buaian kasihmu

Bapak, wahai patriotku
tak kuasa linangan air mata terbuang sia-sia tatkala melihatmu lemah tak berdaya
tak kuasa raga ini bergetar kala sedih menghampiriku tatkala merindumu
hati ini gelisah, melihat matamu yang semakin kriput
hati ini resah, melihat wajahmu yang sayu semakin pucat

sang inspiratorku,
tetaplah menjadi motivator terhebatku
yang selalu memberikan berpatah-patah kata yang selalu menguatkanku
yakinkan aku bahwa kau akan slalu ada untukku
menemani ditengah pertempuranku, merangkul dalam kekalahanku
tersenyum kala kemenanganku,

wahai lelaki yang kumuliaan
jangan kau hapus senyum itu dari wajahmu
jangan pernah bosan untuk selalu merekahkan bibirmu untukku
jangan kelu saat menyebut namaku dalam do'amu
jangan membuatku takut
aku takut suatu saat kau kan pergi dariku
membiarkan ku sendiri terpaku dalam kejamnya hidup ini
aku takut perhatianmu kan terhentikan oleh waktu

"betapa aku menyayangimu, lebih dari apapun. kuharap sayangmu juga tak kan berkurang untukku"

Untuk Bapakku

Senin, 25 Februari 2013

Ibuku





sebening tetesan embun pagi
secerah sinarnya mentari
bila kutatap wajahmu ibu
ada kehangatan di dalam hatiku

air wudlhu slalu membasahimu
ayat suci slalu dikumandangkan
suara lembut tutur kau ucapkan
berdo'a untuk putra putrimu

Oh ibukuu
engkaulah wanita yang kucinta selama hidupku
maafkan anakmu bila ada salah
pengorbananmu tanpa balas jasa