Jumat, 11 Oktober 2013

SAKARATUL MAUT.

Tazkirah :
Bismillahirrahmanirrahim.
Sakitnya sakaratul maut itu, kira-kira tiga ratus kali sakitnya dipukul pedang”. (H.R. Ibnu Abu Dunya).
Cara Malaikat Izrail mencabut nyawa tergantung dari amal perbuatan orang yang bersangkutan, bila orang yang akan meninggal dunia itu durhaka kepada Allah, maka Malaikat Izrail mencabut nyawa secara kasar. Sebaliknya, bila terhadap orang yang soleh, cara mencabutnya dengan lemah lembut dan dengan hati-hati. Namun demikian peristiwa terpisahnya nyawa dengan raga tetap teramat menyakitkan.

“Kalau sekiranya kamu dapat melihat malaikat-malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka serta berkata, “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.” (niscaya kamu akan merasa sangat ngeri) (QS. Al-Anfal {8} : 50).

“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu !”

Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan kerena kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya”. (Qs. Al- An’am : 93).

“Sakitnya sakaratul maut itu, kira-kira tiga ratus kali sakitnya dipukul pedang”. (H.R. Ibnu Abu Dunya). Cara Malaikat Izrail mencabut nyawa tergantung dari amal perbuatan orang yang bersangkutan, bila orang yang akan meninggal dunia itu durhaka kepada Allah, maka Malaikat Izrail mencabut nyawa secara kasar. Sebaliknya, bila terhadap orang yang soleh, cara mencabutnya dengan lemah lembut dan dengan hati-hati. Namun demikian peristiwa terpisahnya nyawa dengan raga tetap teramat menyakitkan.

Di dalam kisah Nabi Idris a.s, beliau adalah seorang ahli ibadah, kuat mengerjakan sholat sampai puluhan raka’at dalam sehari semalam dan selalu berzikir di dalam kesibukannya sehari-hari. Catatan amal Nabi Idris a.s yang sedemikian banyak, setiap malam naik ke langit. Hal itulah yang sangat menarik perhatian Malaikat Maut, Izrail. Maka bermohonlah ia kepada Allah Swt agar di perkenankan mengunjungi Nabi Idris a.s. di dunia. Allah Swt, mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka turunlah ia ke dunia dengan menjelma sebagai seorang lelaki tampan, dan bertamu kerumah Nabi Idris.

“Assalamu’alaikum, yaa Nabi Alloh”. Salam Malaikat Izrail,

“Wa’alaikum salam wa rahmatulloh”. Jawab Nabi Idris a.s.

Beliau sama sekali tidak mengetahui, bahwa lelaki yang bertamu ke rumahnya itu adalah Malaikat Izrail. Seperti tamu yang lain, Nabi Idris a.s. melayani Malaikat Izrail, dan ketika tiba saat berbuka puasa, Nabi Idris a.s. mengajaknya makan bersama, namun di tolak oleh Malaikat Izrail. Selesai berbuka puasa, seperti biasanya, Nabi Idris a.s mengkhususkan waktunya “menghadap”. Alloh sampai keesokan harinya. Semua itu tidak lepas dari perhatian Malaikat Izrail. Juga ketika Nabi Idris terus-menerus berzikir dalam melakukan kesibukan sehari-harinya, dan hanya berbicara yang baik-baik saja. Pada suatu hari yang cerah, Nabi Idris a.s mengajak jalan-jalan “tamunya” itu ke sebuah perkebunan di mana pohon-pohonnya sedang berbuah, ranum dan menggiurkan. “Izinkanlah saya memetik buah-buahan ini untuk kita”. pinta Malaikat Izrail (menguji Nabi Idris a.s).

“Subhanalloh, (Maha Suci Alloh)” kata Nabi Idris a.s.

“Kenapa ?” Malaikat Izrail pura-pura terkejut.

“Buah-buahan ini bukan milik kita”. Ungkap Nabi Idris a.s. Kemudian Beliau berkata: “Semalam anda menolak makanan yang halal, kini anda menginginkan makanan yang haram”.

Malaikat Izrail tidak menjawab. Nabi Idris a.s perhatikan wajah tamunya yang tidak merasa bersalah. Diam-diam beliau penasaran tentang tamu yang belum dikenalnya itu. Siapakah gerangan ? pikir Nabi Idris a.s.

“Siapakah engkau sebenarnya ?” tanya Nabi Idris a.s.

Aku Malaikat Izrail”. Jawab Malaikat Izrail.

Nabi Idris a.s terkejut, hampir tak percaya, seketika tubuhnya bergetar tak berdaya.

“Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku ?” selidik Nabi Idris a.s serius.

“Tidak” Senyum Malaikat Izrail penuh hormat. “Atas izin Allah, aku sekedar berziarah kepadamu”. Jawab Malaikat Izrail.

“Aku punya keinginan kepadamu”. Tutur Nabi Idris a.s

“Apa itu ? katakanlah !”. Jawab Malaikat Izrail.

“Kumohon engkau bersedia mencabut nyawaku sekarang. Lalu mintalah kepada Allah SWT untuk menghidupkanku kembali, agar bertambah rasa takutku kepada-Nya dan meningkatkan amal ibadahku”. Pinta Nabi Idris a.s. Tanpa seizin Allah, aku tak dapat melakukannya”, tolak Malaikat Izrail.

Pada saat itu pula Allah SWT memerintahkan Malaikat Izrail agar mengabulkan permintaan Nabi Idris a.s. Dengan izin Allah, Malaikat Izrail segera mencabut nyawa Nabi Idris a.s. sesudah itu beliau wafat.

Malaikat Izrail menangis, memohonlah ia kepada Allah SWT agar menghidupkan Nabi Idris a.s. kembali.

Allah mengabulkan permohonannya. Setelah dikabulkan Allah Nabi Idris a.s. hidup kembali. “Bagaimanakah rasa mati itu, sahabatku ?” Tanya Malaikat Izrail.

“Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup dikuliti”. Jawab Nabi Idris a.s.

“Caraku yang lemah lembut itu, baru kulakukan terhadapmu”. Kata Malaikat Izrail.

MasyaAllah, lemah-lembutnya Malaikat Maut (Izrail) itu terhadap Nabi Idris a.s. Bagaimanakah jika sakaratul maut itu, datang kepada kita ?

Bersediakah kita untuk menghadapinya ?

Kamis, 26 September 2013

".". JANGAN BIASAKAN TIDUR TENGKURAP ."."

Ini alasannya : Dari Thakhfan Al-Ghifari r.a, salah seorang diantara ash-habush shuffa (para sahabat yang tinggal di Masjid Nabawi)

Berkata : "Aku tidur di Masjid pada akhir malam, kemudian ada orng yang mendatangiku, sedangkan tidur dengan posisi "tengkurap" dan berkata : "Bangunlah dari tengkurapmu.
Karena tidur yang demikian adalah tidurnya orang2 yg di murkai Allah."

Kemudian aku angkat kepalaku, maka ketika ku lihat Ia adalah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, maka aku pun kemudian bangkit." (HR. Al-Bukhari, dalam Al-Adab Al-Mufrad no. 1187, Ibnu Majah no 3723,Ahmad no 7981, At-Tirmidzi, No 2768 dari hadits Abu Hurairah r.a)

Dalam Riwayat Ibnu Majah dengan lafazh : " Ada apa denganmu sehingga tidur dengan posisi seperti ini (tengkurap), tidur seperti ini adalah tidurnya orang yg di benci atau dimurkai ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala."..

Hadits ini di jelaskan merupakan larangan untuk tidur dengan tengkurap. Dan ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala sangat membenci-Nya, dan setiap perbuatan yg ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala membenci-Nya maka hendaklah sesuatu itu di tinggalkan.

Adapun sebab dibenci-Nya. tidur tengkurap ini diterangkan dalam hadits dari Abu Dzar Radiyallahu 'Anhu Ia Berkata : " Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam lewat di sisiku sementara aku sedang tidur tengkurap, Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan Bersabda : " Wahai Junaidab, sesungguhnya hanyalah tidur seperti ini adalah tidurnya penghuni neraka."
(HR. Ibnu Majah no 3724)

Astaghfirullahal'Adziim..
Ya Allah..ampunilah dosa2 kami jika selama ini kadang kami tidur dengan posisi tengkurap.
Semoga apa yg ALLAH SWT benci kita bisa menghindari-Nya..
Aamiin..

Selasa, 17 September 2013

Makna Al-Fatihah

Saat membaca surah Al-Fatihah pada waktu shalat, banyak sekali orang yang cara membacanya tergesa-gesa tanpa spasi.

Ini sering terjadi dalam shalat berjamaah. Seakan mereka ingin menyelesaikan shalatnya dgn cepat, padahal di saat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al- Fatihah, Allah menjawab setiap ucapan kita.

Karena itu, sebaiknya kita harus berhenti setiap selesai membaca satu ayat…

Dalam sebuah Hadits Qudsi Allah SWT berfirman :

”Aku membagi shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk hambaKu”.

”Tiga ayat di atas “Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin” adalah hak Allah & tiga ayat ke bawahnya adalah urusan hambaNya”.

Ketika diucapkan,
”Alhamdu lillaahi Rabbil ‘aalamiin”,
Allah menjawab,
”HambaKu telah memujiKu…”.

Ketika diucapkan,
”Ar-Rahmaanir-Rahiim”,
Allah menjawab:
”HambaKu telah mengagungkanKu…”.

Ketika diucapkan,
”Maliki yaumiddiin”,
Allah menjawab,
”HambaKu memujaKu…”.

Ketika diucapkan,
”Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin”,
Allah menjawab
”Inilah perjanjian antara Aku dan hambaKu…”.

Ketika diucapkan,
”Ihdina ash-shiraatha al-mustaqiim, Shiraatha alladziina an’amta alaihim ghairi al-maghdluubi ‘alaihim wa laa adl-dloolliin”,
Allah menjawab:
”Inilah perjanjian antara Aku dan hambaKu, akan Kupenuhi yang ia minta”
(HR.Muslim & Tirmidzi).

Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat. Rasakanlah jawaban indah dari Allah, karena Allah sedang menjawab ucapan kita.

Selanjutnya ucapkanlah ”Aamiin” dg ucapan yg lembut, sebab malaikat pun sedang mengucapkan hal yg sama dg kita…

”Barangsiapa, yg ucapan ”Aamiin”-nya bersamaan dgn para malaikat, akan Allah berikan ampunan” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud).

Subhaana Allahu…
Maha suci Allah.

Mulailah membaca surat Al-Fatihah dengan pelan dan khusyuk, rasakanlah setiap jawaban dari Allah. in syaa Allah, kita akan menjadi lebih khusyuk dalam menjalankan shalat, Aamiin.

...Insya Allah JILBAB AKAN MENJADI PENYELAMAT ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Benar ..
Berjilbab belum tentu baik imannya ..
Akan tetapi wanita yang baik iman sudah pasti berjilbab bukan? ..

Benar ..
Menutup aurat bukan jaminan nggak pernah berbuat dosa ..
Akan tetapi menutup aurat sudah pasti mengurangi dosa ..
Minimal telah menggugurkan dosa kewajiban menutup aurat ..!

Benar ..
Berjilbab nggak jaminan selalu dekat dengan Allah ..
Akan tetapi yang pasti ia ingin mendekat kepada Allah ..

“MENDING NGGAK BERJILBAB KALAU KELAKUAN MASIH PENUH MAKSIAT!”

Nah ..
Ini kalimat yang menyesatkan ..
Serupa dengan ajakan setan ..
Yang baik diperlihatkan jelek ..
Yang jelek diperlihatkan baik ..

Berjilbab itu adalah untuk memperjelas jati diri muslimah ..
Melindungi kehormatan dan kemuliaan yang tak akan terganti
Kelak ..

Jibab menentukan pasangan hidupmu ..
Karena wanita yang taat sangat berhak punya pendamping yang taat pula ...

Itu janji Allah ..
Bukan hanya pemanis kata-kata tanpa makna ...

Jilbab itu adalah penjaga diri dari lelaki yang jahat ..
Dan jilbab adalah perhiasan terindah bagi lelaki yang taat ...

Kenapa mesti berjilbab? ..
Karena itu adalah perintah-Nya ...
Karena itu akan melindungi wanita dari pandangan lelaki yang suka maksiat ..

Sabtu, 14 September 2013

Do'a Hari Ini !!

YA ALLAH..

Bersihkan hati dan pikiranku dari ketakutan, kegalauan, keputusasaan, kebimbangan, kemunafikan dan penyakit hati lainnya..

Isilah hati dan pikiranku dengan kesabaran, kelapangan, ketentraman, kedamaian, kebahagiaan dan rasa optimis dalam menghadapi masa depan..

YA ALLAH..

Bimbinglah diriku agar menjadi lebih baik, bimbinglah agar keimananku,amalanku, ilmuku dan rezekiku selalu terus menerus meningkat dan hamba lebih dekat dengan-Mu,.

Aamiin Ya Rabbal'alamiin..

Kamis, 12 September 2013

VISI & MISI (bukan MIMPI)

Ketika kita sedang menunggu waktu berjalan sangat lambat tetapi ketika kita sedang dalam kesibukan waktu terasa berjalan begitu cepat.
Saudara hidup bukan hanya makan, tidur, bekerja dst. tapi hidup harus punya VISI dan MISI. Lihatlah orang-orang yg mapan atau sukses diluar sana, mereka pandai mengelola hidupnya dan pandai memanfaatkan waktunya sehingga setiap ada kesempatan datang tidak ada yg sia-sia atau lewat begitu saja. Mereka adalah orang-orang yg ulet (pantang menyerah) dan punya keberanian. Coba camkan ini,
Hidup adalah kesempatan dan kesempatan untuk hidup cuma sekali dan singkat, jadi manfaatkanlah waktu Anda karena HIDUP ANDA SANGAT BERHARGA ! ~KM~

Ibnu Umar ra. berkata, “Aku datang menemui Nabi SAW. bersama sepuluh orang, lalu salah seorang dari kaum Anshar bertanya, ‘Siapakah orang yang paling cerdas dan paling mulia, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, “ Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Mereka itulah orang-orang cerdas. Mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kemuliaan akhirat ”.
(HR. Ibnu Majah).

Rabu, 11 September 2013

:: Bahaya Tidur Selepas Subuh...^^

Kita telah ketahui bersama bahawa waktu pagi adalah waktu yang penuh barakah dan di antara waktu yang kita diperintahkan untuk memanfaatkannya. Akan tetapi, pada kenyataannya kita banyak melihat orang-orang melalaikan waktu yang mulia ini. Waktu yang seharusnya dipergunakan untuk bekerja, melakukan ketaatan dan beribadah, ternyata dipergunakaan untuk tidur dan bermalas-malasan.

Saudaraku, ingatlah bahawa orang-orang soleh terdahulu sangat membenci tidur pagi. Kita dapat melihat ini dari penuturan Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur bahawa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. Beliau rahimahullah mengatakan,

“Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan."

Waktu tidur yang paling bermanfaat yaitu :

1. Tidur ketika perlu tidur.
2. Tidur di awal malam – ini lebih manfaat daripada tidur lewat malam.
3. Tidur di pertengahan siang –ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan petang. Apatah lagi pada waktu pagi dan petang sangat kurang manfaatnya bahkan lebih banyak bahaya yang ditimbulkan, lebih-lebih lagi tidur di waktu Asar dan awal pagi kecuali jika memang tidak tidur semalaman.

Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai solat subuh hingga matahari terbit. Kerena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang soleh. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mahu tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian kerana waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rezeki dan datangnya barokah (banyak kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah)

BAHAYA TIDUR PAGI

[Pertama]
Tidak sesuai dengan petunjuk Al Qur'an dan As Sunnah.

[Kedua]
Bukan termasuk akhlak dan kebiasaan para salafush soleh (generasi terbaik umat ini), bahkan merupakan perbuatan yang dibenci.

[Ketiga]
Tidak mendapatkan barokah di dalam waktu dan amalannya.

[Keempat]
Menyebabkan malas dan tidak bersemangat di sisa harinya.

Maksud dari hal ini dapat dilihat dari perkataan Ibnul Qayyim. Beliau rahimahullah berkata,
"Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya."
(Miftah Daris Sa'adah, 2/216).
Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di petang harinya dia juga akan malas-malasan pula.

[Kelima]
Menghambat datangnya rezeki.

Ibnul Qayyim berkata,
"Empat hal yang menghambat datangnya rezeki adalah:-
[1] tidur di waktu pagi,
[2] sedikit solat,
[3] malas-malasan dan
[4] berkhianat."
(Zaadul Ma’ad, 4/378)

[Keenam]
Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat.
Zaadul Ma’ad, 4/222)


"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain.

***Sumber Dari : uniqueummah.blog