Rabu, 10 April 2013

Batu, Kerikil, dan Pasir


Seorang profesor filsafat ketika sedang memberikan kuliah mengeluarkan sebuah botol mayones yang sudah kosong. Kemudian ia mengeluarkan beberapa batu yang kemudian diisikannya ke botol itu. Ketika sudah dua batu diisikan, sudah tak ada tempat lagi bagi batu ketiga. Ia bertanya pada mahasiswanya apakah botol itu sudah penuh? Mahasiwanya mengiyakan.
Kemudian ia mengambil kerikil kecil. Dimasukkannya kerikil itu ke botol dan botol itu dikocok-kocoknya. Kerikil-kerikil itu akhirnya masuk bergulir memenuhi ruang di antara batu-batu itu. Sekali lagi ia bertanya apakah botol itu penuh? Mahasiswanya menjawab ya. Lalu profesor itu mengambil pasir dan menuangkannya ke botol. Setelah botol itu diguncang-guncangkan beberapa kali, pasir itu masuk mengisi ruang yang masih tersisa memenuhi botol.
~ ~
Sahabatku, botol ini mengibaratkan hidup Anda. Batu-batu ini adalah hal-hal yang paling penting dalam hidup anda yaitu , keluarga, kesehatan, anak-anak Anda. Kerikil-kerikil ini adalah hal-hal lain yang juga penting dalam hidup Anda, misalnya pekerjaan, pengetahuan, ketrampilan Anda. Pasir adalah hal-hal lain seperti hobby dan kesenangan Anda. Bila Anda memasukkan kerikil dan pasir terlebih dahulu maka tak ada ruang lagi buat batu.
Begitu juga dengan hidup Anda. Bila Anda mencurahkan seluruh energi dan waktu Anda untuk hal-hal yang kecil, materi, kedudukan, kesenangan, maka Anda tak mempunyai ruang lagi untuk hal yang benar-benar penting dalam hidup Anda.
Berikan prioritas pada hal yang terpenting. Beri perhatian pada keluarga. Dan jangan lupa berikan pula waktu bagi Dia, Sang Pencipta kita, karna pertemuan dan ridho-Nyalah, tujuan utama kita.
Jangan khawatir Anda akan tetap punya waktu untuk pekerjaan dan kesenangan Anda, karena hal-hal itu hanyalah kerikil dan pasir saja.

Salam Motivasi !

Api dan Asap



Suatu ketika, ada sebuah kapal yang tenggelam diterjang badai. Semuanya porak poranda. Tak ada awak yang tersisa, kecuali satu orang yang berhasil mendapatkan pelampung. Namun, nasib baik belum berpihak pada pria ini. Dia terdampar pada sebuah pulau kecil tak berpenghuni, sendiri, dan tak punya bekal makanan.
Dia terus berdoa pada Tuhan untuk menyelamatkan jiwanya. Setiap saat, dipandangnya ke penjuru cakrawala, mengharap ada kapal yang datang merapat. Sayang, pulau ini terlalu terpencil. Hampir tak ada kapal yang mau melewatinya.
Lama kemudian, pria ini pun lelah untuk berharap. Lalu, untuk menghangatkan badan, ia membuat perapian, sambil mencari kayu dan pelepah nyiur untuk tempatnya beristirahat. Dibuatnya ruman-rumahan, sekedar tempat untuk melepas lelah. Disusunnya semua nyiur dengan cermat, agar bangunan itu kokoh dan dapat bertahan lama.
Keesokan harinya, pria malang ini mencari makanan. Dicarinya buah-buahan untuk penganjal perutnya yang lapar. Semua pelosok dijelajahi, hingga kemudian, ia kembali ke gubuknya. Namun, ia terkejut. Semuanya telah hangus terbakar, rata dengan tanah, hampir tak bersisa. Gubuk itu terbakar, karena perapian yang lupa dipadamkannya. Asap membubung tinggi, dan hilanglah semua kerja kerasnya semalam. Pria ini berteriak marah, "Ya Tuhan, mengapa Kau lakukan ini padaku. Mengapa?... Mengapa?". Teriaknya melengking menyesali nasib.
Tiba-tiba...terdengar peluit yang ditiup. Tuittt.....tuuitttt. Ternyata ada sebuah kapal yang datang. Kapal itu mendekati pantai, dan turunlah beberapa orang menghampiri pria yang sedang menangisi gubuknya ini. Pria ini kembali terkejut, ia lalu bertanya, "Bagaimana kalian bisa tahu kalau aku ada disini? Mereka menjawab, "Kami melihat simbol asapmu!!"
~ ~
Sahabatku, sangat mudah memang bagi kita, untuk marah saat musibah itu tiba. Nestapa yang kita terima, tampak akan begitu berat, saat terjadi dan berulang-ulang. Kita memang bisa memilih untuk marah, mengumpat, dan terus mengeluh. Namun, teman, agaknya kita tak boleh kehilangan hati kita. Sebab, Tuhan selalu ada pada hati kita, walau dalam keadaan yang pali berat sekalipun.
Sahabatku, ingatlah, saat ada "asap dan api" yang membubung dan terbakar dalam hatimu, jangan kecil hati. Jangan sesali semua itu. Jangan hilangkan perasaan sabar dalam kalbumu. Sebab, bisa jadi, itu semua adalah sebagai tanda dan simbol bagi orang lain untuk datang padamu, dan mau menolongmu. Sebab, untuk semua hal buruk yang kita pikirkan, akan selalu ada jawaban yang menyejukkan dari-Nya. Tuhan Maha Tahu yang terbaik buat kita. Jangan hilangkan harapan itu.

Salam Motivasi !

Anak Kerang




Pada suatu hari .... Seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.

Anakku, kata sang Ibu sambil bercucuran air mata, Tuhan tidak memberikan kita bangsa kerang sebuah tangan pun sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa pedih dan sakit yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat, kata Ibunya dengan sendu namun lembut.

Maka si anak kerang pun melakukan nasihat ibundanya.Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan bertahun-tahun. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiaran mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Makin lama mutiaranya makin besar. Rasa sakit menjadi terasa wajar. Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada seribu ekor kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.


~~~

Sahabat, Kekecewaan dan penderitaan akan selalu ada dalam hidup kita. Seakan-akan Tuhan selalu mengambil kebahagiaan yang ada pada kita. Tidak...tidak seperti itu. Kita hanya harus bersabar terhadap segala sesuatu yang menimpa kita dan menanti ketetapan Tuhan. Dan semuanya akan berakhir dengan indah.Karena segala sesuatu yang baik akan selalu mengarah pada kebaikan.Kekecewaan dan penderitaan telah membuat seekor kerang biasa menjadi kerang luar biasa.Kekecewaan dan penderitaan pun akan dapat mengubah orang biasa menjadi orang luar biasa.

Terimakasih telah membaca cerita ini.. semoga bermanfaat...

cinta dan waktu




Dahulu kala, ada sebuah pulau kecil dengan berbagai macam kehidupan. Kebahagiaan, Kesedihan, Pengetahuan, dan Cinta, serta Emosi-Emosi yang lain, tinggal di pulau ini.
Suatu hari, Emosi mengetahui bahwa pulau itu akan tenggelam. Setiap orang kemudian bersiap-siap untuk meninggalkan pulau itu, kecuali Cinta. Cinta bersikeras bahwa dia akan tinggal di pulau itu hingga menit terakhir.
Beberapa hari kemudian, ketika pulau itu hampir tenggelam, Cinta berpikirkan untuk meminta bantuan. Pada saat itu, ia melihat Kekayaan lewat dengan sebuah kapal besar.
Cinta bertanya: "Kekayaan, maukah Anda membawa saya bersama Anda?" Kekayaan berkata: "Tidak, kapalku penuh dengan emas, perak dan harta lainnya. Tidak ada ruang untuk Anda." Lalu Cinta melihat Kesombongan sedang di atas sebuah kapal yang sangat megah dan bertanya: "Kesombongan, tolong bantu saya! "
kesombongan berkata: "Saya tidak bisa membantu Anda. Anda basah kuyup dan dan hanya akan mengotori kapal saya yang indah. "
Ketika Kesedihan lewat, Cinta meminta bantuan: "Kesedihan, biarkan saya pergi dengan Anda." "Oh, saya sangat sangat sedih, saya hanya ingin sendirian!" jawab Kesedihan.
Ketika Kebahagiaan lewat, karena terlalu gembira, ia tidak mendengar saat Cinta memanggilnya minta tolong. Tiba-tiba, sebuah suara memanggil: "Kemarilah, Cinta. Saya akan membawa Anda bersama saya.” Dia adalah seorang bapak tua. Cinta sangat bersuka cita karena harapannya terwujud hingga lupa untuk menanyakan nama orang tua tersebut. Ketika mereka sampai di darat, orang tua itu telah pergi.
Cinta sangat berterima kasih dan bertanya kepada orang tua yang lain siapa nama orang tua yang telah menyelamatkan dirinya tadi. "Namanya adalah Waktu," Pengetahuan menjawab. "Waktu?" Cinta bertanya, "Mengapa Waktu berkehendak untuk menolong saya?"

Pengetahuan tersenyum: "Itu karena hanyalah Waktu, satu-satunya yang dapat memahami betapa besarnya Cinta itu”.

Al-Qur'an Mengadu



Al-Qur’an pun mengadu
Pernahkah kita memikirkan bahwa suatu saat Al-Qur’an akan mengadu
Mengadu tentang keengganan kita untuk sejenak meliriknya
Keterburuan kita ketika membacanya
Mengadu tentang bacaan kita yang tak sesuai dengan aturannya
Mengadu tentang kita yang tak pernah meresapi makna-makna indah yang ia tebarkan sejak ta’awudz dilafadzkan
Mengadu tentang kita yang lalai dan terus saja lalai untuk memaknai isinya
Hingga tiba saatnya kita mengucapkan selamat tinggal padanya
Pada mutiara Indah bernama Al-Qur’an

kesedihan dan jiwaku



Untuk jiwaku, yang sekarang sedang gundah, yang sekarang sedang gelisah
Gelisah karena kau ingin segera tahu nasipmu kelak
Apakah kamu  bisa membahagiakan keluargamu kelak ?
Apakah kamu bisa membahagiakan orangtuamu kelak ?
 Sabarlah wahai jiwaku, kau diciptakan untuk menjadi orang besar
Untuk jadi penerang disekitarmu
Jiwaku yang sedang berhenti dan bingung
Jika kau memang mau, berhentilah sejenak, nikmati kesedihanmu
Rasakan kelelahanmu karena mungkin selama ini aku memaksamu begitu keras
Tapi aku minta, jangan terlalu lama
Karna aku membutuhkanmu temanku,
Aku rindu dengan diriku yang telah kau buat menjadi hebat
Aku ingin bertemu dengan jiwaku yang telah kau buat menjadi penyemangat bagi orang lain, inspirator bagi kawan
Inspirator bagi kawan dan juga mentor bagi diriku sendiri dan orang terdekatku
Selamat menikmati masa istirahatmu wahai jiwaku
Esok atau lusa atau kapan nanti
Ketika kau sudah siap menemaniku lagi
Aku akan menyambutmu dengan diri yang lebih bijak dan tangguh
Diri yang tak banyak mengeluh dan lebih mawas
Dan saat itu, kau bisa menemaniku lagi untuk berbuat suatu hal
Yang membuat orang berdetak kagum
Dan saat itu, kau dan aku bisa menunggu hasil kerja kira dan kita tuai bersama hasilnya

Selasa, 26 Februari 2013


wahai sang patriotku
kuatkan jiwamu untuk menjalani hidup
kuatkan ragamu untuk tetap mendekapku dalam peluk batinmu
tegarkan dirimu untuk tetap merawatku, menyayangiku, mengasihiku dengan buaian kasihmu

Bapak, wahai patriotku
tak kuasa linangan air mata terbuang sia-sia tatkala melihatmu lemah tak berdaya
tak kuasa raga ini bergetar kala sedih menghampiriku tatkala merindumu
hati ini gelisah, melihat matamu yang semakin kriput
hati ini resah, melihat wajahmu yang sayu semakin pucat

sang inspiratorku,
tetaplah menjadi motivator terhebatku
yang selalu memberikan berpatah-patah kata yang selalu menguatkanku
yakinkan aku bahwa kau akan slalu ada untukku
menemani ditengah pertempuranku, merangkul dalam kekalahanku
tersenyum kala kemenanganku,

wahai lelaki yang kumuliaan
jangan kau hapus senyum itu dari wajahmu
jangan pernah bosan untuk selalu merekahkan bibirmu untukku
jangan kelu saat menyebut namaku dalam do'amu
jangan membuatku takut
aku takut suatu saat kau kan pergi dariku
membiarkan ku sendiri terpaku dalam kejamnya hidup ini
aku takut perhatianmu kan terhentikan oleh waktu

"betapa aku menyayangimu, lebih dari apapun. kuharap sayangmu juga tak kan berkurang untukku"

Untuk Bapakku